Pilkada Kendal sudah berlalu dan hasilnyapun sudah diketahui, hasil yang semoga sesuai dengan harapan semua warga Kendal yang memilki KTP Kendal ataupun tidak (termasuk saya). Mungkin Kendal sudah tidak menganggap sya sebagai warganya, tapi Kendal tetaplah menjadi Hometown buat saya. Jadi apapun berita mengenai Kendal pastilah menarik, walaupun hanya bisa mengikuti via Milis atau media lokal online.
Mungkin tulisan ini tidak bisa disebut berita atau informasi karena saya bukanlah wartawan ataupun reporter. Pilkada kali ini diikuti oleh lima pasangan calon yaitu,
(1) dr. Hj. Widya Kandi Susanti, MM - H. Muh Mustamsikin, S.Ag. Msi;
(2) Ir. H. Sugiono, MT - HM. Abdullah, SE;
(3) Dra. Hj. Siti Nurmakesi - H. Indar Wimbono, ST. MM;
(4) Ir. H. Supriyono, MM - Nasikhin, Jr;
(5) H. R Mastur Darori SH, Msi - dr. H. Nur Khadziq Ap. Jp.
dan pesta demokrasi ini dadakan pada Hari Minggu (6/6).
Salah satu calon yang maju adalah istri dari mantan Bupati Kendal Hendy Boedoro dan kebetulan menjadi Bupati Kendal terpilih periode 2010-2015 beliau adalah dr. Hj. Widya Kandi Susanti, MM. Tentu banyak yang bertanya-tanya kok beliau bisa lolos verivikasi sebagai calon Bupati, kan beliau mantan istri dari “koruptor” yang tentu saja “pasti” tahu kejahatan suaminya. Tapi whatever lah kata orang yang jelas Bupati baru telah terpilih dan semoga ini sesuai dengan keinginan kita semua.
Yang saya herankan begitu terpencilkah kota Kendal sehingga hampir tidak ada media ibukota yang memberitakannya atau memang Pilkada sudah tidak lagi menjadi trending topic seperti halnya video Luna vs Ariel atau Cut Tari vs Ariel (aduh kok kesebut juga disini). Padahal menurut hemat saya ini menarik karena ini bisa menjadi pro dan kontra akan terpilihnya Istri dari Hendy Boedoro, dengan tanpa mengesampingkan Hak setiap warga negara untuk memilih dan dipilih. Dan disini saya hanya bisa menyampaikan pendapat pribadi saya, “darimana asal dana untuk kampanye beliau” dan pertanyaan pasti pasti mudah dijawab “darai partai pendukungnya tentu saja”.
Pokoknya apapun hasilnya beliau tetap akan menjadi Bupati Kendal dan kita hanya bisa mendo’akan akan kemajuan Kendal kita. Dan semoga apapun yang dijanjikannya bisa diwujudkannya karena janji adalah hutang, jangan jabatan ini dijadikan ajang untuk membayar hutang biaya kampanye, tapi semoga dijadikan ajang untuk membayar kesalahan suaminya yang tentu saja tidak dapat dilimpahkan seluruhnya kepada beliau.
KOTA KENDAL tetaplah BERIBADAT